Cara Sukses meningkatkan Conversion Rate

Kali ini ayo kita membahas bagaimana cara meningkatkan jumlah orang yang membeli. Bagaimana meningkatkan convertion rate Anda?. Jadi ceritanya Anda sudah mendapatkan lebih banyak leads dari marketing activity Anda. Tapi kok hanya segelintir orang yang membeli convertion rate Anda nggak naik-naik. Ayo kita bahas satu-satu apa yang harus Anda perhatikan. Gimana sih sales proses Anda? Kita harus PDKT kalau mau jualan. Oke PDKT itu maksudnya apa ya? Saya orang baru ceritanya saya karyawan baru di perusahaan Anda. Apa ini?, PDKT gitukan ya itu nggak ngerti. Jadi akhirnya kita bantu bedah. Oh, ternyata step pertama ini kan, step ke dua ini kan. Nah kalau Anda sudah di bisnis ini cukup lama, kemungkinan besar Anda sudah saking kompetennya untuk jualan Anda tidak bisa bedah apa prosesnya di otak Anda. Bagi Anda semuanya otomatis. Karena Anda udah jago banget di SEO misalnya Atau mungkin Anda punya orang senior di sales. Ini udah jago banget, dia udah puluhan tahun di bisnis Anda. Mereka untuk orang junior-junior itu tidak bisa membedah sales prosesnya maka dari itu orang junior juga struggling untuk mengikuti pola-polanya meeting ini ngomongnya begini sukses, meeting ini ganti ngomong ini masih sukses. Jadi kayaknya nggak ada pola Tapi padahal pada saat orang lain, orang mungkin kami melihat Anda bisnis Anda dari luar. Kan bisa lihat sebetulnya ada prosesnya Tapi Anda harus tahu dulu dan Anda harus membedah satu persatu .

  • Jadi Pertama adalah bedahlah sales proses Anda dan sistemasikan sales proses Anda. Jadi, oke tahap pertama misalnya ada 10 tahap. Ternyata pas Anda bedah PDKT itu ada 10 tahap ya kan? oke tahap pertama misalnya ngumpulin database. kedua telfon database itu. Ketiga bagaimana caranya bikin appointment itu terus abis itu ke 4 mungkin database itu setelah dibikin appointment, harus dikasih survey terserahlah industri Anda beda-beda atau dikasih sample atau di kasih masuk ke showroom Anda independs. Nah itu terus sampe nego sampe deal. Ya kan, nah itu ada langkahnya. Nah di situ kita harus perhatikan bagaimana di setiap langkah itu ada sistem, ada script apa, ada proses apa yang harus diikuti ada video training apa yang mereka harus liat dulu. Supaya mengerti prosesnya itu. Wah hardwork juga ya? Yaiyalah. Namanya juga perusahaan. Kalau mau autopilot kerja dikitlah. Iya kan? kerja banyak sekarang dan Anda bisa menikmati lebih banyak waktu senggang nanti Okey, nah itu pertama sales proses.
  • Yang kedua yang saya perhatikan. Saya juga orang sales dari tahun sembilan puluh tujuh. Itu bisa dibilang job yang favorit saya dan saya berkembang banyak sebagai orang sales. Nah ternyata, kalau kita bisa jualan dan banyak sukses dalam bisnis karena the art of selling itu adalah the art of influencing itu adalah bagaimana kita bisa meyakini orang. Nah pada saat kita mau jualan kalau saya perhatikan orang-orang sales itu, mereka kurang banyak, kurang mengerti lah. Tipe-tipe orang yang berbeda. Karena merekakan satu tipe orang kan. Ya otomatis mereka berpikir semua orang sama. Approach mereka standar. Dari sisi mengenal 4 tipe manusia dan bagaimana meyakini 4 orang yang berbeda. Jadi ada orang yang perlu diyakini dengan building personal relationship, ada orang yang perlu diyakini karena detail, ada juga orang yang membutuhkan garansi, ada juga orang yang harus di angkat-angkat atau dikasih tunjuk hasil untuk mendapatkan kepercayaannya dia. Jadi 4 orang tipe beda Anda ketemui setiap hari di dunia sales.

Tapi mungkin Anda nggak sadar orang itu beda dan ternyata selama ini Anda menggunakan approach yang sama, nah itu celakanya. Kenapa convertion rate Anda rendah. Karena untuk satu sisi mungkin orang yang mirip seperti Anda. Dia akan good relationship dengan Anda dan dia akan sangat teryakini dengan apa yang Anda katakana. Tapi untuk orang yang sama sekali beda sama Anda mungkin Anda tidak bisa masuk ke dunia dia dan tidak bisa meyakini. Nah di situlah kita punya masalah atau Anda punya masalah, ya.

So,itu adalah nomor satu mengerti kalau kita itu ilmu DISC. Ilmu DISC untuk mengambarkan tipe-tipe orang yang berbeda dan bagaimana Anda menjual ke mereka ke dua dari sisi manusianya adalah komunikasi. Bahwa kita menggunakan kata-kata yang tepat atau tidak Pada saat kita mau menjual. Apakah kita juga memainkan intonasi kita? Kadang-kadang ada orang secara natural dia nggak begitu pede jadi intonasinya kaya bisik-bisik gitu. Nah biarpun dia menggunakan script yang luar biasa hebat dari Anda. Tapi kalau intonasi suaranya nggak pede itu udah kacau. Atau terlalu pede, oh begini pak, begini, begini, orang jadi turn off .Nah itu juga harus di mainkan. So, intonasi kadang-kadang ada kalimat-kalimat justru contohnya kalau ngajarin orang closing kadang-kadang kan orang grogi banget kalau udah mau closing, saat bilang santai aja. Closing itu anda nggak bisa pake intonasi naik, anda nggak bisa “oke pak jadi bagaimana” atau excited intonasi juga kecepatan oh jadi…. orang akan merasa nggak nyaman. Apalagi pada saat Anda mulai di sales proses pembicaraan Anda intonasi Anda cukup lambat dan steady terus abis itu kalau udah mau sales gara-gara detak jantung Anda juga makin deg-deg-deg, terus kita makin … itu ada energi yang orang tahu kita mau melakukan itu dan mereka mulai was was, tiba-tiba udah nego udah siap beli belum ya?

Makanya pada saat kita mau ngomongin harga, kita ngomongin mau closing, kita mau ngomongin proses penjualan sama prospek. Kita harus tetap bisa menggunakan intonasi yang santai. Nah, itu secara psikologis. Jadi closing itu hanya sebuah proses, eh tau-taunya closing. Ya bukan tiba-tiba ada jeng..jeng..jengg..ada lagu beat oven di belakang wah kita mau closing. Ngeri banget bok, ya kan closing sama Anda? So closing itu santai aja. Itu ada intonasinya.

  • Ketiga body language. Senyum Anda di telfon pun. Anda pikir orang tidak bisa ngerasain body language Anda? Bisa. Anda senyum sambil ngomong sama nggak senyum sambil ngomong itu bisa ketawan. Ya jadi body language Anda juga harus diperhatikan. Bagaimana caranya kita meyakini orang dengan menggunakan body language yang

yang bagus, yang sesuai apa yang kita ngomongin atau menggunakan body language. Kadang-kadang kita perhatikan terlalu banyak kata-kata kan, kata-kata ini ,ini… tapi body language tidak kita perhatikan. Nah, itu sebetulnya yang membedakan juga salah satu di body language adalah bagaimana kita menyamakan body language kita dengan partner bicara kita. Supaya secara di bawah alam sadar dia ada relationship, antara Anda sama dia. Nah itu adalah teknik-teknik yang bisa Anda samakan sama dia itu adalah tekhnik-tekhnik saya bisa ngomongin sales. Karena thats all my favorite topics, ini banyak final distinction yang banyak orang sales di Indonesia masih belum tahu dan bahkan diluar negri pun masih belum tahu. Sering kali orang masuk ke dunia sales itu kan bukan karena lulusan sales dan universitas, universitas sales, d3 sales atau S1 sales, nggak ada. gitu kan. Jadi everybody learn by doing. Nah pada saat mereka learning by doing ini, kalau tidak ada orang yang find toning, berdasarkan pengalaman berdasarkan pengertian psikologis manusia. itu akan sulit sekali mereka akan trial error banyak dan uang Anda habis untuk mereka trial error.

  • Keempat yang ingin saya Anda perhatikan adalah kalau Anda mau mempertajam orang sales Anda, jangan hanya melakukan training, tapi lakukan role play Role play sama training itu beda. Training itu konsep. Maksud saya role play adalah ya ayo mereka itu bagaimana cara jualnya. Anda dengerin, Anda jadi kliennya atau tuker Anda jadi penjualnya, mereka jadi kliennya. Role play itu saya find out bahwa itu lebih efektif dari hanya sekedar teori atau baca dan yang terakhir sales adalah number’s game. Semakin banyak leads Anda, semakin efektif marketing Anda semakin orang sales Anda semestinya punya lebih banyak latihan menjual. Jadi, Anda harus perhatikan marketing agent Anda. Kalau Anda setiap minggu hanya meeting sama 3 orang , orang sales Anda cuman punya 3x latihan untuk mempraktekkan apa yang mereka pelajari dan mempertajam skill mereka .

Tapi kalau misalnya Anda punya marketing engine dan bisa generating sepuluh meeting perminggu mereka punya sepuluh kali dan mereka pasti lebih tajam lagi. Jadi, it’s numbers game. Makanya juga yaudahlah kalau gagal-gagal biasain aja lah. Orang sales itu mukanya tembok, ya kan. Jadi itu numbers game. Don’t give up karena orang sales itu semakin banyak latihan akan semakin sukses. Tapi kalau Anda bilang waduh susah nih , give up. Wah, udahlah biasanya kita perlu berapa banyak, berapa ratus untuk benar-benar menjadi orang sales yang luar biasa. Bahkan ada buku dari Malcolm Gladwell bilang “Anda perlu 30000 jam untuk latihan skill itu untuk bilang Anda itu masternya. Jadi don’t worry, it’s just numbers of game. Tapi kalau Anda nggak punya numbersnya di atas, Anda leadsnya kurang. Jangan harap orang sales Anda gara-gara Anda training dan role play mereka bisa hebat. Tetep aja mereka harus masuk ke lapangan. So, in as matches. Anda mau bekerja untuk mengimprove convertion rate Anda tapi silahkan simak leads generation. Karena itu adalah numbers game untuk orang sales. Saya rasa banyak sekali ya PR nya dari pembahasan ini, ya. Saya ingin Anda untuk memikirkan, merefleksikan dan memikirkan apa improvement yang bisa Anda lakukan dalam bisnis Anda untuk meningkatkan kembali convertion rate Anda

Itulah pembahasan mengenai Cara Sukses meningkatkan Conversion Rate. Semoga bermanfaat ya